Categories
Tokoh Inspiratif

5 Orang dengan IQ Tertinggi yang Pernah Tercatat Sejarah!

Intelegence Question adalah sebuah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan seperti menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami sesuatu dan masih banyak lagi. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif individu. IQ bisa diujur dengan alat psikometri yang biasa disebut dengan tes IQ. Tiap orang tentu akan memiliki kecerdasan yang berbeda. IQ tinggi bisa diperoleh dengan proses pembelajaran. Ada pula yang didapatkan karena faktor genetis atau keturunan. Rata-rata skor IQ manusia di dunia adalah 110-120. Jika ada manusia yang memiliki skor IQ jauh melampui itu, orang itu bisa dikategorikan orang jenius. Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki IQ tinggi adalah BJ Habibie (dengan skor 160). Nah, berikut adalah 4 orang dengan IQ paling tinggi yang pernah tercatat sejarah.

William James Sidis

Ia merupakan seorang jenius asal New York Amerika Serikat yang memiliki skor IQ di atas 250.. Ia dijuki manusia paling jenius yang pernah ada di muka bumi. Pada usia 18 bulan, ia sudah berhasil membaca tulisan sekelas New York Times. Ketika berusia 8 tahun, ia berhasil menguasai 8 bahasa, yaitu Latin, Inggris, Jerman, Francis, Yunani, Armenia, Turki, dan Yahudi. Di tahun yang sama, ia berhasil menulis buku, salah satunya berjudul The Book Of Vendergood. Sidis lulus sarjana matematika dengan predikat cumlaude di usia 16 tahun.  Sidis juga bisa menguasai suatu bahasa dalam waktu 1 hari. Selama hidupnya, ia berhasil menguasai kurang lebih 200 bahasa di dunia.

Terence Tao

Terence Tao sering dijuluki sebagai seorang anak ajaib yang memiliki skor IQ antara 230-240. Bocah yang lahir di Australia dan dibesarkan di Shanghai ini dapat melakukan aritmatika dasar pada usia 2 tahun. Selain cerdas berbahasa Inggris, Tao memamerkan kemampuannya dengan belajar matematika tingkat universitas. Dia menjadi satu anak yang mampu mendapatkan skor tinggi dibandingkan anak usia 8 tahun lain.  Tao menjadi peserta termuda dalam Olimpiade Matematika Internasional pada tahun 1986, 1987, dan 1988. Prestasi yang diraih Tao berturut-turut, di antaranya mulai Penghargaan Internasional Raja Faisal pada 2010, Penghargaan Crafoord di bidang matematika dari Royal Swedish Academy of Sciences, dan penghargaan dari Simon Foundation. Pada tahun 2013, Tao telah menerbitkan lebih dari 250 makalah penelitian dan 17 buku.

Christopher Hirata

Christopher Hirata memiliki skor IQ mencapai 225. Ia dijuluki child prodigy, yaitu anak-anak yang memiliki otak jenius dan kepintaran luar biasa melampaui umurnya, bahkan kecerdasan orang dewasa sekalipun. Saat usia 13 tahun, Hirata sudah berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional. Setahun kemudian, dia mendapat tawaran pekerjaan di perusahaan Caltech. Tahun berikutnya, ia diterima belajar di Institut Teknologi California dan berhasil memperoleh gelar doktor pada usia ke 22 tahun. Kini ia berprofesi sebagai sebagai profesor di Pusat Kosmologi dan Fisika AstroPartikel OSU (CCAPP).

Kim Ung Yong

Kim Ung-Yong merupakan pria asal Korea Selatan yang tercatat dalam Guinness Book of Records sebagai salah satu manusia dengan IQ tertinggi di dunia. Skor IQnya mencapai 210, termasuk dalam jajaran manusia super jenius di muka bumi. Kecerdasan Kim Ung Yong adalah turunan dari ayahnya yang berprofesi sebagai profesor. Pada usia 3 tahun, Kim mampu menunjukan kecerdasannya dalam memecahkan masalah persamaan kalkulus yang rumit dengan cara mudah. Di usia 4 tahun, ayahnya mengaku Kim telah menghapal sekitar 2.000 kata dalam bahasa Inggris dan Jerman. Kim juga memperlihatkan kemampuannya berkomunikasi dengan bahasa China, Spanyol, Vietnam, Tagalog, Jerman, Inggris, Jepang, serta Korea.Pada usia 6 tahun, ia sudah menjadi mahasiswa tamu di Universitas Hanyang Korea Selatan. Saat usia 15 tahun, Kim sudah bekerja sebagai seorang peneliti di NASA. Setelah itu, ia mulai mendapat banyak tawaran dari berbagai universitas bergengsi di Korea Selatan. Namun, ia malah memilih menjadi pengajar di kampus daerah, yaitu di Chungbuk National University, Korea Selatan.

Christopher Michael Langan

Manusia jenius lainnya masih berasal dari Amerika Serikat, yaitu Christopher Michael Langan. Namun, ia dianggap sebagai orang jenius yang malang karena keadaan hidup memaksanya bekerja sebagai pekerja kasar. Langan memiliki Iskor IQ 195. Saat usia 6 bulan ia sudah lancar berbicara dan mampu membaca dengan baik di usia 3 tahun. Ia juga berhasil mencatatkan nilai sempurna dalam ujian SAT. Langan dapat membaca buku cetak untuk satu semester hanya dalam waktu dua hari saja, melakukan berbagai macam pekerjaan yang kompleks secara berurutan, dan menyelesaikan berbagai macam persoalan dengan sangat rapi. Di usia muda ia sudah ditawari berbagai beasiswa dari kampus di Amerika Serikat. Namun, karena berbagai rentetan peristiwa yang dialaminya, berkarir di bidang akademis hanya menjadi angan-angannya saja. Langan menghabiskan waktu sebagai pekerja kasar meskipun ia punya ketertarikan di bidang filasafat, matematika, dan fisika. Ia menulis sebuah buku berjudul Cognitive Theoretic Model of Universe (CTMU).

Nah, adakah di antara 5 tokoh di atas yang jadi idola dan inspirasimu?

Categories
Tokoh Inspiratif

Raih 3 Gelar Sarjana dan Sukses Bangun Karir, Yuk Pelajari Prinsip Hidup yang Dipegang Andy Arsyil!

Tidak hanya berparas tampan, aktor sekaligus pengusaha muda Andi Arsyil Rahman ternyata juga memiliki segudang prestasi di bidang akademik loh! Pria kelahiran Makassar, 15 September 1987 ini ternyata memiliki tiga gelar sarjana sekaligus yaitu sarjana geofisika, manajemen ekonomi, dan teknik informatika di tahun 2010 lalu. Saat ini Andy Arsyil diketahui sedang menyelesaikan studi S2-nya.

Pria bernama lengkap Andy Arsyil Rahman ini sebenarnya sudah memulai peran sebagai model video klip lokal di Makassar. Setelah itu, Andy Arsyil membintangi film Ngaca Dong! bersama Catherine Wilson. Namun, Andy baru mulai dikenal publik setelah memainkan film Ketika Cinta Bertasbih serta sinetron series Tukang Bubur Naik Haji.

Prinsip hidup yang sederhana ditambah kecerdasan serta karakter kuat sebagai pembelajar yang pantang menyerah membuatnya meraih cukup banyak prestasi di umurnya yang terbilang muda. Sejak sekolah, Andy sering mendapatkan predikat juara kelas dan sering mendapatkan beasiswa di berbagai perlombaan. Beberapa penghargaan yang didapatkannya adalah The Most Creative Student Award, Duta Wisata Makassar, dan beberapa prestasi di bidang pendidikan dan entertainment.

Raih 3 Gelar Sarjana dan Sukses Bangun Karir, Yuk Pelajari Prinsip Hidup yang Dipegang Andy Arsyil!
Prinsip hidup yang sederhana ditambah kecerdasan serta karakter kuat sebagai pembelajar yang pantang menyerah membuat Andy meraih cukup banyak prestasi di umurnya yang terbilang muda.

Pria yang telah menulis beberapa buku motivasi ini juga pernah dinobatkan sebagai duta International Youth on Climate Change (IYFCC) di tahun 2011. IYFCC merupakan event internasional yang menggalang gerakan untuk menyikapi perubahan iklim dunia. Sampai saat ini, Andy Arsyil telah menulis beberapa buku motivasi seperti Mengulang 95, Hope, Build Your Own Empire, Life Is Miracle, dan Euracle. Buku-buku tersebut telah mendapatkan tempat tersendiri bagi pembacanya. Andy memiliki prinsip “tulislah yang engkau baca dan bacalah yang engkau tulis”, serta “berbagilah sebanyak mungkin dan pertanggungjawabkan kehidupan ini”.

Selain menulis buku dan berakting, Andy Arsyil juga bekerja sebagai leader personal representative di sebuah perusahaan telekomunikasi. Saat ini, pria yang mengaku mengagumi Einstein ini sibuk mengembangkan bisnis, menjadi konsultan perusahaan swasta, jadi narasumber dan pembicara di berbagai acara serta mengisi  pengajian di lembaga pemasyarakatan, instansi pemerintah maupun swasta. Andy Arsyil juga sempat mencoba dunia baru yaitu tarik suara dengan menjadi salah satu penyanyi soundtrack film religi. Tidak puas berkiprah di dunia entertaiment dan bisnis, bulan April lalu, Andy dikabarkan ikut mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif Partai Perindo dapil Sulawesi Selatan.

Kesuksesan Kak Andi dalam berbagai bidang tentu tidak terlepas dari kebiasaannya menulis, membaca, dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Waah, siapa nih yang mau ngikutin jejak Kak Andy Arsyil?

Categories
Tokoh Inspiratif

Lulus dengan IPK 2,7, Begini Cerita Ridwan Kamil Studi di US sampai Jadi Gubernur Jawa Barat!

Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil saat ini mungkin sedang jadi pokok perbincangan karena berhasil terpilih menjadi gubernur Jawa Barat periode 2019-2024 mendatang.

Keahliannya sebagai arsitek telah membuat banyak orang berdecak kagum. Ia telah meraih sejumlah penghargaan karena prestasinya.

Ridwan Kamil meraih gelar insinyur di Institut Teknologi Bandung pada usia 24 tahun dan melanjutkan pendidikan masternya di University of California, Berkeley, Amerika Serikat dengan beasiswa.

Perjuangan Ridwan Kamil selama bertahan hidup di Negeri Paman Sam bisa dibilang sangat berat. Ia sempat bekerja part time sambil kuliah.

Bagi Ridwan sendiri, pengalaman jatuh bangun hidupnya membentuk nilai-nilai tersendiri tentang betapa kerasnya perjuangan hidup selama di negeri Paman Sam.

Pada tahun 2002 ia kembali ke Indonesia dan mendirikan Urbane, sebuah perusahaan konsultan perencanaan, arsitek, dan desain.

Ia juga sempat menjadi dosen ITB sebelum terpilih menjadi walikota Bandung pada tahun 2013 dan gubernur Jawa Barat di tahun 2019.

Ridwan Kamil mengaku kalau kuliah di Indonesia lebih susah daripada di luar negeri. Sewaktu lulus dari ITB, ia hanya memperoleh indeks prestasi 2.7, sedangkan saat kuliah master di Amerika, ia bisa lulus dengan indeks prestasi 3.9.

Kang Emil sudah membuktikan dengan IPK rendah saja bisa Kuliah ke Luar Negeri. Keren ya^^

Siapa nih yang mau ngikutin jejak Ridwan Kamil?

Categories
Tokoh Inspiratif

Bikin Bangga Papua! Ini Dia Sherina Fernanda Msen, Pelajar Asal Biak yang Lulus Magna Cum Laude dari Corban University, US!

Prestasi membanggakan diraih oleh seorang mahasiswi asal Papua, bernama Sherina Fernanda Msen.

Ia berhasil lulus dengan gelar kehormatan Magna Cumlaude dari Cordon University, Oregon, Amerika Serikat.

Pada awal Mei lalu, Sherina dan keenam teman lain dari Papua diwisuda dan dihadiri langsung oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Sherina adalah satu dari 30 pelajar Papua yang dikirim ke negara bagian Oregon, Amerika Serikat oleh pemerintah Papua melalui beasiswa otonomi.

Sherina adalah mahasiswa Papua pertama yang dianugerahi“Top Accounting Student” oleh Oregon Society of Certified Public Accountants OSCPA.

Bikin Bangga Papua! Ini Dia Sherina Fernanda Msen, Pelajar Asal Biak yang Lulus Magna Cum Laude dari Corban University, US!
Sherina tidak pernah menyangka kalau bakal lulus magna cum laude dan mendapatkan penghargaan sebagai “Top Accounting Student” dari kampusnya.

Ia tidak pernah menyangka bisa lulus dengan gelar Magna Cumlaude. Ia mengaku menyukai angka-angka dan hitungan. Oleh karena itu, ia mengambil jurusan Business Administration program Accounting Leadership And Management.

Selama jadi mahasiswa, Sherina sering menjadi tutor mahasiswa lain yang memerlukan tambahan bimbingan. Ia memilih libur di hari Sabtu untuk beribadah dan membaca Al-Kitab karena menurutnya hidup ini harus balance.

Gadis yang lahir di Biak ini mengaku ingin kembali ke tanah Papua meskipun telah mendapatkan tawaran beasiswa S2 di salah satu kampus bergengsi di Amerika Serikat.

Waah, ditunggu kiprahnya untuk tanah Papua yaa, Sherina!

Categories
Tokoh Inspiratif

Jarang Terekspos Media! Ini Dia Adik Maudy Ayunda yang Tak Kalah Cerdas dari Sang Kakak!

Bagai pinang dibelah dua. Sosok Maudy Ayunda yang pintar dan berbakat ternyata juga menurun ke adiknya loh.

Namanya Amanda Khairunisa.

Meskipun jarang terekspos media, Amanda Khairunisa ternyata juga tak kalah berbakat dari Maudy Ayunda loh. Ia pernah membintangi sebuah film dan bisa menyanyi juga.

Amanda baru saja lulus kuliah bachelor dari King’s College London di jurusan Digital Culture tahun 2018 lalu.

Menurutnya, belajar digital culture adalah belajar tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ilmu ini menarik bagi Amanda karena mempelajari bagaimana dampak budaya digital dalam berbagai aspek kehidupan.

 

Jarang Terekspos Media! Ini Dia Adik Maudy Ayunda yang Tak Kalah Cerdas dari Sang Kakak!
Momen bahagia Amanda Khairunnisa yang baru saja menyelesaikan pendidikan bachelor dari King’s College London di jurusan Digital Culture.

 

Ketika semua hal di dunia ini melibatkan teknologi digital, mempelajari digital culture adalah pilihan yang menjanjikan menurutnya.

Selama kuliah di London, Amanda juga bekerja paruh waktu sebagai sosial media manager dan initial assessor.

Sepulangnya dari London. Amanda juga sempat internship di Quipper, bekerja sebagai Junior Analyst di Shopee, dan saat ini ia bekerja di GOJEK sebagai Corporate Strategy Analyst.

Selama berkuliah di London, gadis yang suka dengan teater, debat, dan minum kopi ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial loh!

Waah, tidak salah ya orang tua Maudy dan Amanda menyekolahkan kedua putrinya di Inggris!

Yuk orang tua Indonesia, jangan ragu mengirim anak Anda studi ke luar negeri karena sekarang ada banyak banget loh peluang beasiswa yang ditawarkan.

😉

Categories
Tokoh Inspiratif

Ini Dia Ananda Hafidh, Siswa Peraih Nilai UNBK Sempurna yang Siap Wakili Indonesia dalam Olimpiade Sains di Hungaria!

 

Akhir-akhir ini publik tengah heboh dengan berita siswa dari SMA N 4 Solo yang mendapatkan nilai sempurna dalam UNBK SMA 2019.

Siswa bernama Ananda Hafidh Rifai Kusnanto menjadi bahan perbincangan setelah mendapatkan nilai 100 di mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Fisika dan Bahasa Inggris.

Hafidh diketahui tidak pernah ikut bimbel manapun. Ini karena ia berasal dari keluarga yang ekonominya pas-pasan. Hafidh punya 3 adik dan ayahnya sudah meninggal dunia sejak 2016 lalu.

Ibunya harus gali lubang tutup lubang berjualan mainan di lingkungan anak SD dan meminjam dana koperasi.

 

Siswa Peraih Nilai UNBK Sempurna yang Siap Wakili Indonesia dalam Olimpiade Sains di Hungaria!
Hafidh tidak pernah menargetkan dapat nilai sempurna dalam UNBK karena ia hanya belajar seperti anak biasa dan tidak pernah ikut bimbel.

 

Seperti kebiasaan siswa lain, ia belajar tiap malam dan mengulanginya lagi saat pagi. Hafidh mengaku tidak pernah menonton TV selama ini.

Hafidh tidak pernah menargetkan dapat nilai 100. Ia menganggap hal tersebut terjadi karena keberuntungan saja.

Saat ini, siswa kelahiran tahun 2001 ini sudah diterima di Jurusan Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada melalui jalur undangan loh!

Di mata gurunya, Hafidh adalah siswa yang tidak terlalu menonjol tapi punya prestasi di bidang astronomi.

Di tahun 2017, remaja yang mengaku suka anime ini pernah meraih medali perak di Olimpiade Sains Nasional bidang astronomi.

Di bulan Agustus tahun ini Hafidh siap mewakili Indonesia dalam Olimpiade Sains Internasional di Hungaria loh!

Wah, kita doakan semoga Hafidh bisa membawa nama harum Indonesia yaa!

😉

Categories
Tokoh Inspiratif

Pernah Tak Naik Kelas Saat SD, Rhenald Khasali Bisa Selesaikan Pendidikan Doktornya di Amerika Serikat!

 

Rhenald Khasali sekali lagi membuktikan bahwa cita-cita dan semangat yang tinggi akan mengantarkan kita menuju perubahan.

Renald Khasali adalah guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia merupakan seorang akademisi dan praktisi bisnis asal Indonesia.

Pria berusia 58 tahun ini merupakan salah satu ahli bedah bisnis dalam bidang iklan dan pemasaran. Rhenald menyelesaikan pendidikan master dan PhD di University of Illinois at Urbana, Champaign, Amerika Serikat.

Rhenald juga telah menulis sejumlah buku best seller yang cukup digemari oleh para pebisnis dan mahasiswa Indonesia.

Pernah Tak Naik Kelas Saat SD, Rhenald Khasali Bisa Selesaikan Pendidikan Doktornya di Amerika Serikat!
Rhenald Khasali adalah seorang akademisi dan praktisi bisnis Indonesia yang telah menulis sejumlah buku best seller untuk para pebisnis maupun mahasiswa.

Di balik kesuksesannya, pria ini telah melewati fase hidup yang cukup berat. Ia pernah tidak naik kelas saat kelas 5 SD karena nilai pelajaran bahasa Indonesia.

Saat SMA, ia mengalami kendala ekonomi sehingga kesulitan untuk mendaftar kuliah. Ia hanya punya uang 10.000 untuk membayar formulir. Sebagai pertimbangan, Rhenald memutuskan mengambil program studi di jalur IPS, yaitu di bidang ekonomi.

Untuk menutupi biaya kuliah, ia bekerja sebagai guru les privat SD. Setelah lulus kuliah ia beruntung karena mendapatkan beasiswa untuk kuliah ke University of Illionis, Urbana Champaign, Amerika Serikat.

Setelah lulus PhD, ia memantapkan dirinya berkarir sebagai dosen. Banyak prestasi dan penghargaan yang telah ditorehkan oleh Rhenald, antara lain ia dinobatkan sebagai dosen terbaik, diberi amanah sebagai komisaris utama PT Angkasa Pura, penghargaan Satya Lencana Karya dari presiden RI, dan Alice & Charlote Biester Award.

Wah Pak Rhenald yang dulu pernah tidak naik kelas dan punya kesulitan finansial aja bisa sukses dan menginspirasi, masa kamu ga bisa?

 

Categories
Tokoh Inspiratif

Yuk Kenalan dengan Andrew Darwis, Pendiri Komunitas Daring Terbesar di Indonesia di Masanya!

Siapa yang tidak kenal dengan Andrew Darwis?

Sama seperti Rhenald Khasali, pria pendiri Kaskus ini ternyata dulu juga pernah tidak naik kelas saat kelas 6 SD loh.

Sejak kecil Andrew memang sangat menyukai komputer. Saat kecil dia pernah dimarahi ibunya karena membuat tagihan telpon membengkak.

Andrew saat itu sebenarnya tidak diizinkan kuliah di Negeri Paman Sam karena alasan finansial, tapi berkat kegigihannya, ia berhasil meluluhkan hati orang tuanya. Untuk membantu membayar biaya kuliah, ia bekerja paruh waktu di beberapa tempat.

 

Yuk Kenalan dengan Andrew Darwis, Pendiri Komunitas Daring Terbesar di Indonesia di Masanya!
Sejak kecil Andrew sudah punya ketertarikan di bidang komputer. Bahkan sampai pernah dimarahi ibunya karena membuat tagihan telpon membengkak.

 

Andrew akhirnya menamatkan pendidikannya di jurusan Multimedia & Web Design, Art Institute of Seattle pada tahun 2003.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan magisternya di City University, Seattle pada tahun 2006.

Andrew mendirikan Kaskus pada November 1999 saat diperintah oleh dosennya membuat program free software.

Dengan modal USD $3 atau sekitar Rp30.000 untuk menyewa server. Ia dan dua rekannya memilih untuk membuat portal yang berisi berita dan informasi mengenai Indonesia.

Portal tersebut sengaja dibuat untuk mengobati kerinduan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.

Inovasi-inovasi terus dikembangkan oleh Andrew, hingga berbagai penghargaan diterima olehnya, salah satunya adalah penghargaan dari presiden RI yang menyatakan Kaskus sebagai The Big Place Market 2012.

 

Categories
Tokoh Inspiratif

Yatim Piatu Sejak Umur 15 Tahun, Putra Komedian Dono Berhasil Lulus S3 Bidang Nuklir di Swiss!

 

Buah memang tak jatuh jauh dari pohonnya. Prestasi membanggakan diraih oleh putra komedian Dono Warkop DKI, Damar Canggih Wicaksono yang mampu menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Swiss. Damar mengambil bidang studi teknik nuklir di Ecole Polytechnique, Swiss.

Damar menyelesaikan pendidikan S1 di UGM dengan predikat cumlaude. Setelah itu, ia melanjutkan studi master di Institute Teknologi Federal (ETHZ) dengan predikat summa cumlaude.

Tidak puas hanya memperoleh gelar master, Damar melanjutkan studi doktoralnya dan mendapatkan gelar doktor di bidang teknik nuklir di usianya yang ke-29.

 

Yatim Piatu Sejak Umur 15 Tahun, Putra Komedian Dono Berhasil Lulus S3 Bidang Nuklir di Swiss!
Damar Canggih Wicaksono menyelesaikan S1 di UGM sebelum akhirnya memilih Swiss sebagai negara tujuan untuk menyelesaikan S2 dan S3.

 

Pria yang saat ini berumur 31 tahun ini mengaku ingin mengikuti jejak ayahnya bekerja sebagai dosen atau pengajar. Dunia pendidikan ternyata lebih menarik minatnya daripada dunia entertaiment.

Damar yatim piatu sejak umur 15 tahun. Selama menjalani perkuliahan, Damar dikenal sebagai sosok yang sangat aktif dan jenius. Hal ini terbukti dari penghargaan yang diterimanya sebagai pembicara terbaik dalam konferensi nuklir di beberapa negara, seperti AS dan Jepang.  😉

Categories
Tokoh Inspiratif

Lulus Cumlaude dan Dapat Gelar Kehormatan dari Kampus Ivy League, Ini Dia Tips dari Cinta Laura Buat Kamu yang Mau Study Abroad!

 

Cantik dan cerdas, Cinta Laura membuktikan kalau prestasinya tidak hanya di depan kamera, tapi juga di bidang akademik.

Cinta Laura telah menamatkan pendidikannya di jurusan psikologi dan sastra Jerman, Universitas Columbia hanya dalam waktu 3 tahun.

Ia lulus cumlaude dengan indeks prestasi 3,9. Cinta adalah satu-satunya mahasiswa yang hanya menempuh pendidikan 3 tahun di Ivy League.

Ia mendapatkan gelar kehormatan yang hanya diberikan ke sekitar 20% dari lebih dari 1.000 mahasiswa Columbia yang lulus tahun 2014 lalu.

 

Lulus Cumlaude dan Dapat Gelar Kehormatan dari Kampus Ivy League, Ini Dia Tips dari Cinta Laura Buat Kamu yang Mau Study Abroad!
Tahun 2014, Cinta Laura lulus double degree dari Columbia University dengan predikat cumlaude dan mendapatkan gelar kehormatan.

 

Selama menamatkan kuliahnya di salah satu universitas terbaik dunia, Cinta Laura tentu mengalami suka duka.

Awalnya ia tidak yakin akan lulus dengan predikat gelar kehormatan. Namun berkat kegigihannya, ia berhasil membanggakan banyak orang dengan prestasinya.

Ini dia tips dari Cinta Laura agar kamu bisa sukses kuliah di luar negeri:

1) Daftarlah ke banyak universitas!

Kalau kamu kurang pede dengan kemampuanmu, daftarlah ke banyak kampus sekaligus. Awalnya Cinta Laura mendaftar 7 kampus sekaligus karena tidak terlalu pede dengan kemampuannya. Akhirnya dia diterima di 7 kampus tersebut sekaligus, bahkan menjadi satu-satunya mahasiswa Indonesia di Columbia University di angkatannya.

2) Milikilah prestasi non akademik!

Untuk bisa diterima di universitas bergengsi di luar negeri, selain pintar, juga harus punya keahlian di luar bidang akademik, misalnya olahraga, sosial dan kesenian.

3) Tentukan jurusan dan kampus!

Untuk menentukan jurusan dan arah kuliah, kamu bisa mulai memikirkan apa yang ingin diakukan di masa depan. Baik itu pekerjaan, maupun apa yang ingin kamu perbaiki dari kehidupan sekarang.

4) Buat rencana ke depan!

Setelah memikirkan cita-cita dan rencana ke depan, kamu akan lebih punya gambaran untuk merencanakan jalan yang akan dilalui.

5) Prestasi itu penting, tetapi juga harus didukung oleh pengalaman kerja nyata!

Cita-cita tentunya tidak akan tercapai jika hanya diangan-angankan. Setelah memiliki cita-cita, kamu sebaiknya meluangkan waktu untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan yang kamu punya.

Meski pendidikannya di Amerika telah selesai, artis yang selama kuliah jadi asisten dosen psikologi Prof. Herbert Terrace ini mengatakan belum akan kembali ke tanah air. Hal ini karena ia ingin mengajukan beasiswa Marshall and Rhodes di Universitas Oxford, Inggris.

Cinta mengaku ia tidak hanya jadi orang pintar, tapi juga bercita-cita menjadi aktris internasional.

Siapa nih yang pengen ngikuti Jejak Cinta Laura?