Categories
Tokoh Inspiratif

Jarang Terekspos Media! Ini Dia Adik Maudy Ayunda yang Tak Kalah Cerdas dari Sang Kakak!

Bagai pinang dibelah dua. Sosok Maudy Ayunda yang pintar dan berbakat ternyata juga menurun ke adiknya loh.

Namanya Amanda Khairunisa.

Meskipun jarang terekspos media, Amanda Khairunisa ternyata juga tak kalah berbakat dari Maudy Ayunda loh. Ia pernah membintangi sebuah film dan bisa menyanyi juga.

Amanda baru saja lulus kuliah bachelor dari King’s College London di jurusan Digital Culture tahun 2018 lalu.

Menurutnya, belajar digital culture adalah belajar tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ilmu ini menarik bagi Amanda karena mempelajari bagaimana dampak budaya digital dalam berbagai aspek kehidupan.

 

Jarang Terekspos Media! Ini Dia Adik Maudy Ayunda yang Tak Kalah Cerdas dari Sang Kakak!
Momen bahagia Amanda Khairunnisa yang baru saja menyelesaikan pendidikan bachelor dari King’s College London di jurusan Digital Culture.

 

Ketika semua hal di dunia ini melibatkan teknologi digital, mempelajari digital culture adalah pilihan yang menjanjikan menurutnya.

Selama kuliah di London, Amanda juga bekerja paruh waktu sebagai sosial media manager dan initial assessor.

Sepulangnya dari London. Amanda juga sempat internship di Quipper, bekerja sebagai Junior Analyst di Shopee, dan saat ini ia bekerja di GOJEK sebagai Corporate Strategy Analyst.

Selama berkuliah di London, gadis yang suka dengan teater, debat, dan minum kopi ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial loh!

Waah, tidak salah ya orang tua Maudy dan Amanda menyekolahkan kedua putrinya di Inggris!

Yuk orang tua Indonesia, jangan ragu mengirim anak Anda studi ke luar negeri karena sekarang ada banyak banget loh peluang beasiswa yang ditawarkan.

😉

Categories
Tokoh Inspiratif

Ini Dia Ananda Hafidh, Siswa Peraih Nilai UNBK Sempurna yang Siap Wakili Indonesia dalam Olimpiade Sains di Hungaria!

 

Akhir-akhir ini publik tengah heboh dengan berita siswa dari SMA N 4 Solo yang mendapatkan nilai sempurna dalam UNBK SMA 2019.

Siswa bernama Ananda Hafidh Rifai Kusnanto menjadi bahan perbincangan setelah mendapatkan nilai 100 di mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Fisika dan Bahasa Inggris.

Hafidh diketahui tidak pernah ikut bimbel manapun. Ini karena ia berasal dari keluarga yang ekonominya pas-pasan. Hafidh punya 3 adik dan ayahnya sudah meninggal dunia sejak 2016 lalu.

Ibunya harus gali lubang tutup lubang berjualan mainan di lingkungan anak SD dan meminjam dana koperasi.

 

Siswa Peraih Nilai UNBK Sempurna yang Siap Wakili Indonesia dalam Olimpiade Sains di Hungaria!
Hafidh tidak pernah menargetkan dapat nilai sempurna dalam UNBK karena ia hanya belajar seperti anak biasa dan tidak pernah ikut bimbel.

 

Seperti kebiasaan siswa lain, ia belajar tiap malam dan mengulanginya lagi saat pagi. Hafidh mengaku tidak pernah menonton TV selama ini.

Hafidh tidak pernah menargetkan dapat nilai 100. Ia menganggap hal tersebut terjadi karena keberuntungan saja.

Saat ini, siswa kelahiran tahun 2001 ini sudah diterima di Jurusan Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada melalui jalur undangan loh!

Di mata gurunya, Hafidh adalah siswa yang tidak terlalu menonjol tapi punya prestasi di bidang astronomi.

Di tahun 2017, remaja yang mengaku suka anime ini pernah meraih medali perak di Olimpiade Sains Nasional bidang astronomi.

Di bulan Agustus tahun ini Hafidh siap mewakili Indonesia dalam Olimpiade Sains Internasional di Hungaria loh!

Wah, kita doakan semoga Hafidh bisa membawa nama harum Indonesia yaa!

😉

Categories
Tokoh Inspiratif

Pernah Tak Naik Kelas Saat SD, Rhenald Khasali Bisa Selesaikan Pendidikan Doktornya di Amerika Serikat!

 

Rhenald Khasali sekali lagi membuktikan bahwa cita-cita dan semangat yang tinggi akan mengantarkan kita menuju perubahan.

Renald Khasali adalah guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia merupakan seorang akademisi dan praktisi bisnis asal Indonesia.

Pria berusia 58 tahun ini merupakan salah satu ahli bedah bisnis dalam bidang iklan dan pemasaran. Rhenald menyelesaikan pendidikan master dan PhD di University of Illinois at Urbana, Champaign, Amerika Serikat.

Rhenald juga telah menulis sejumlah buku best seller yang cukup digemari oleh para pebisnis dan mahasiswa Indonesia.

Pernah Tak Naik Kelas Saat SD, Rhenald Khasali Bisa Selesaikan Pendidikan Doktornya di Amerika Serikat!
Rhenald Khasali adalah seorang akademisi dan praktisi bisnis Indonesia yang telah menulis sejumlah buku best seller untuk para pebisnis maupun mahasiswa.

Di balik kesuksesannya, pria ini telah melewati fase hidup yang cukup berat. Ia pernah tidak naik kelas saat kelas 5 SD karena nilai pelajaran bahasa Indonesia.

Saat SMA, ia mengalami kendala ekonomi sehingga kesulitan untuk mendaftar kuliah. Ia hanya punya uang 10.000 untuk membayar formulir. Sebagai pertimbangan, Rhenald memutuskan mengambil program studi di jalur IPS, yaitu di bidang ekonomi.

Untuk menutupi biaya kuliah, ia bekerja sebagai guru les privat SD. Setelah lulus kuliah ia beruntung karena mendapatkan beasiswa untuk kuliah ke University of Illionis, Urbana Champaign, Amerika Serikat.

Setelah lulus PhD, ia memantapkan dirinya berkarir sebagai dosen. Banyak prestasi dan penghargaan yang telah ditorehkan oleh Rhenald, antara lain ia dinobatkan sebagai dosen terbaik, diberi amanah sebagai komisaris utama PT Angkasa Pura, penghargaan Satya Lencana Karya dari presiden RI, dan Alice & Charlote Biester Award.

Wah Pak Rhenald yang dulu pernah tidak naik kelas dan punya kesulitan finansial aja bisa sukses dan menginspirasi, masa kamu ga bisa?

 

Categories
Tokoh Inspiratif

Yuk Kenalan dengan Andrew Darwis, Pendiri Komunitas Daring Terbesar di Indonesia di Masanya!

Siapa yang tidak kenal dengan Andrew Darwis?

Sama seperti Rhenald Khasali, pria pendiri Kaskus ini ternyata dulu juga pernah tidak naik kelas saat kelas 6 SD loh.

Sejak kecil Andrew memang sangat menyukai komputer. Saat kecil dia pernah dimarahi ibunya karena membuat tagihan telpon membengkak.

Andrew saat itu sebenarnya tidak diizinkan kuliah di Negeri Paman Sam karena alasan finansial, tapi berkat kegigihannya, ia berhasil meluluhkan hati orang tuanya. Untuk membantu membayar biaya kuliah, ia bekerja paruh waktu di beberapa tempat.

 

Yuk Kenalan dengan Andrew Darwis, Pendiri Komunitas Daring Terbesar di Indonesia di Masanya!
Sejak kecil Andrew sudah punya ketertarikan di bidang komputer. Bahkan sampai pernah dimarahi ibunya karena membuat tagihan telpon membengkak.

 

Andrew akhirnya menamatkan pendidikannya di jurusan Multimedia & Web Design, Art Institute of Seattle pada tahun 2003.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan magisternya di City University, Seattle pada tahun 2006.

Andrew mendirikan Kaskus pada November 1999 saat diperintah oleh dosennya membuat program free software.

Dengan modal USD $3 atau sekitar Rp30.000 untuk menyewa server. Ia dan dua rekannya memilih untuk membuat portal yang berisi berita dan informasi mengenai Indonesia.

Portal tersebut sengaja dibuat untuk mengobati kerinduan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.

Inovasi-inovasi terus dikembangkan oleh Andrew, hingga berbagai penghargaan diterima olehnya, salah satunya adalah penghargaan dari presiden RI yang menyatakan Kaskus sebagai The Big Place Market 2012.

 

Categories
Tokoh Inspiratif

Yatim Piatu Sejak Umur 15 Tahun, Putra Komedian Dono Berhasil Lulus S3 Bidang Nuklir di Swiss!

 

Buah memang tak jatuh jauh dari pohonnya. Prestasi membanggakan diraih oleh putra komedian Dono Warkop DKI, Damar Canggih Wicaksono yang mampu menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Swiss. Damar mengambil bidang studi teknik nuklir di Ecole Polytechnique, Swiss.

Damar menyelesaikan pendidikan S1 di UGM dengan predikat cumlaude. Setelah itu, ia melanjutkan studi master di Institute Teknologi Federal (ETHZ) dengan predikat summa cumlaude.

Tidak puas hanya memperoleh gelar master, Damar melanjutkan studi doktoralnya dan mendapatkan gelar doktor di bidang teknik nuklir di usianya yang ke-29.

 

Yatim Piatu Sejak Umur 15 Tahun, Putra Komedian Dono Berhasil Lulus S3 Bidang Nuklir di Swiss!
Damar Canggih Wicaksono menyelesaikan S1 di UGM sebelum akhirnya memilih Swiss sebagai negara tujuan untuk menyelesaikan S2 dan S3.

 

Pria yang saat ini berumur 31 tahun ini mengaku ingin mengikuti jejak ayahnya bekerja sebagai dosen atau pengajar. Dunia pendidikan ternyata lebih menarik minatnya daripada dunia entertaiment.

Damar yatim piatu sejak umur 15 tahun. Selama menjalani perkuliahan, Damar dikenal sebagai sosok yang sangat aktif dan jenius. Hal ini terbukti dari penghargaan yang diterimanya sebagai pembicara terbaik dalam konferensi nuklir di beberapa negara, seperti AS dan Jepang.  😉

Categories
Tokoh Inspiratif

Lulus Cumlaude dan Dapat Gelar Kehormatan dari Kampus Ivy League, Ini Dia Tips dari Cinta Laura Buat Kamu yang Mau Study Abroad!

 

Cantik dan cerdas, Cinta Laura membuktikan kalau prestasinya tidak hanya di depan kamera, tapi juga di bidang akademik.

Cinta Laura telah menamatkan pendidikannya di jurusan psikologi dan sastra Jerman, Universitas Columbia hanya dalam waktu 3 tahun.

Ia lulus cumlaude dengan indeks prestasi 3,9. Cinta adalah satu-satunya mahasiswa yang hanya menempuh pendidikan 3 tahun di Ivy League.

Ia mendapatkan gelar kehormatan yang hanya diberikan ke sekitar 20% dari lebih dari 1.000 mahasiswa Columbia yang lulus tahun 2014 lalu.

 

Lulus Cumlaude dan Dapat Gelar Kehormatan dari Kampus Ivy League, Ini Dia Tips dari Cinta Laura Buat Kamu yang Mau Study Abroad!
Tahun 2014, Cinta Laura lulus double degree dari Columbia University dengan predikat cumlaude dan mendapatkan gelar kehormatan.

 

Selama menamatkan kuliahnya di salah satu universitas terbaik dunia, Cinta Laura tentu mengalami suka duka.

Awalnya ia tidak yakin akan lulus dengan predikat gelar kehormatan. Namun berkat kegigihannya, ia berhasil membanggakan banyak orang dengan prestasinya.

Ini dia tips dari Cinta Laura agar kamu bisa sukses kuliah di luar negeri:

1) Daftarlah ke banyak universitas!

Kalau kamu kurang pede dengan kemampuanmu, daftarlah ke banyak kampus sekaligus. Awalnya Cinta Laura mendaftar 7 kampus sekaligus karena tidak terlalu pede dengan kemampuannya. Akhirnya dia diterima di 7 kampus tersebut sekaligus, bahkan menjadi satu-satunya mahasiswa Indonesia di Columbia University di angkatannya.

2) Milikilah prestasi non akademik!

Untuk bisa diterima di universitas bergengsi di luar negeri, selain pintar, juga harus punya keahlian di luar bidang akademik, misalnya olahraga, sosial dan kesenian.

3) Tentukan jurusan dan kampus!

Untuk menentukan jurusan dan arah kuliah, kamu bisa mulai memikirkan apa yang ingin diakukan di masa depan. Baik itu pekerjaan, maupun apa yang ingin kamu perbaiki dari kehidupan sekarang.

4) Buat rencana ke depan!

Setelah memikirkan cita-cita dan rencana ke depan, kamu akan lebih punya gambaran untuk merencanakan jalan yang akan dilalui.

5) Prestasi itu penting, tetapi juga harus didukung oleh pengalaman kerja nyata!

Cita-cita tentunya tidak akan tercapai jika hanya diangan-angankan. Setelah memiliki cita-cita, kamu sebaiknya meluangkan waktu untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan yang kamu punya.

Meski pendidikannya di Amerika telah selesai, artis yang selama kuliah jadi asisten dosen psikologi Prof. Herbert Terrace ini mengatakan belum akan kembali ke tanah air. Hal ini karena ia ingin mengajukan beasiswa Marshall and Rhodes di Universitas Oxford, Inggris.

Cinta mengaku ia tidak hanya jadi orang pintar, tapi juga bercita-cita menjadi aktris internasional.

Siapa nih yang pengen ngikuti Jejak Cinta Laura?

Categories
Tokoh Inspiratif

Mimpi Sang Pahlawan Pendidikan Berkursi Roda

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar, terdapat sekitar 17.000 pulau dengan persebaran luas sekitar 7,81 juta kilometer persegi dan menjadi tempat tinggal bagi sekitar 260 juta penduduk yang hidup di dalamnya. Kebutuhan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia sangat diperlukan dalam membangun bangsa yang besar ini.

Pembangunan sumber daya manusia tentulah memerlukan sumber daya manusia berkualitas lainnya. Hingga saat ini, permasalahan mengenai pemerataan tenaga pengajar masih terjadi di Negri Indonesia tercinta ini, baik dalam segi kuantitas dan kualitas.

Sebutan bagi guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa bukanlah sesuatu yang dilebih-lebihkan, baik pada zaman dahulu maupun pada era millennial sekalipun. Masih banyaknya jumlah guru honorer, pengajar sukarela dan kegiatan sosial mengajar di pedalaman Indonesia menjadi bukti bahwa julukan pahlawan tanpa tanda jasa layak diberikan kepada mereka yang berdedikasi dan perduli terhadap pendidikan di Indonesia.

Dr. Siti Rahmi Utami, S.T., M.M., M.Phil. – seorang Doktor lulusan Belanda dan merupakan seorang penyandang disabilitas – yang mungkin satu dari banyak orang yang berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Semangatnya dalam menuntut ilmu tidak perlu ditanyakan lagi, walaupun berkebutuhan khusus, beliau sangat semangat dan tetap ingin terus berkompetisi dan tidak menganggap dirinya memiliki keterbatasan dan ia sangat percaya bahwa setiap orang memilki keterbatasan, sehingga tidak alasan untuk menyerah.

 

Mimpi Sang Pahlawan Pendidikan Berkursi Roda
Siti Rahmi Utami berhasil meraih penghargaan Best-Researched Doctoral Dissertation di Maastricht School of Management, Belanda.

Setelah mendapatkan penghargaan disertasi terbaik (Best-Researched Doctoral Dissertation) di Maastricht School of Management, Belanda. Beliau kembali ke Indonesia dengan harapan bahwa ia dapat menjadi bagian daripada pembangunan sumber daya manusia di Indonesia dan berharap bahwa kedepannya anak-anak Indonesia dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik. Saat ini beliau merupakan seorang Dekan Fakultas Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial di Surya University, Tangerang. Surya University sendiri merupakan universitas swasta yang berdiri pada tahun 2013, didirikan oleh pahlawan pendidikan lainnya yaitu Profesor Yohanes Surya – Fisikawan Indonesia, pendiri TOFI dan berhasil mendidik sejumlah siswa hingga membawa pulang puluhan medali emas dari olimpiade fisika internasional (IPhO).

Perjuangannya menjadi seorang guru dapat dibuktikan ketika tempat dimana ia mengajar terbentur dengan beberpa permasalahan yang cukup pelik, seperti yang dilansir oleh Tempo.co (24/07/2017), bahwa diberitakan Surya University ditinggalkan oleh dosen dan mahasiswanya dikarenakan permasalhan finansial. Berbagai macam isu mulai beredar, baik mengenai gaji dosen yang belum dibayarkan dalam waktu yang cukup lama, hingga isu pengambil alihan Yayasan yang menaungi Surya University oleh pihak lain. Banyaknya isu-siu yang beredar tersebut membuat banyak Dosen dan Mahasiswa yang berhenti dan memilih pindah. Namun, Ibu Siti tetap memilih bertahan.

Ibu Siti tetap menjabat sebagai Dekan dan tetap mengajar seperti biasanya ditengah banyaknya rekan kerjanya yang mengundurkan diri. Permasalahan tersebut terus berlanjut ketika Fakultas Ekonomi dan Sosial yang dipimpinnya kekurangan tenaga pengajar, sehingga beliau memutuskan untuk mengisi beberapa mata kuliah yang sebelumnya dipegang oleh rekan kerjanya yang sudah mengundurkan diri.

Beliau adalah sosok yang disiplin, penyabar, selalu ingin membantu orang lain dan memilki jiwa kompetisi yang sangat tinggi. Ibu Siti selalu tepat waktu dan selalu menyempatkan dirinya untuk menghadiri pelbagai kegiatan yang diadakan oleh organisasi mahasiswa yang ada dibawah pengawasannya, terlebih beliau selalu memberikan motivasi untuk terus berkarya melaluli publikasi jurnal, lomba, maupun kegiatan lainnya.

Ditengah isu kampus yang terus memanas, walaupun banyak dosen yang mulai sering mengeluh, Ibu Siti terus berusaha mencoba menguatkan para mahasiswa dan rekan kerjanya untuk terus percaya dan terus fokus pada apa yang harus difokuskan. Beliau selalu menjadi penenang dan sumber kekuatan bagi yang lain, walaupun sebetulnya kami pun sebagai mahasiswa percaya bahwa beliau menghadapi permasalhan yang sama sulitnya dengan para rekan-rekan lainnya. Pada suatu kesempatan beliau mengatakan bahwa apa yang beliau lakukan adalah semata-mata ingin mengabdi dan tidak ingin meninggalkan para mahasiswa yang masih tersisa, beliau melanjutkan bahwa akan sangat disayangkan jika ia pergi meninggalkan para calon pemimpin bangsa yang sedang berjuang dan memiliki semangat belajar yang tinggi seperti kalian (mahasiswa). Ibu Siti terus bertahan dan tetap berpegang teguh pada cita-cita untuk mengabdi dan menjadi bagian dalam mencerdaskan anak bangsa. Saat ini beliau masih terus mengejar mimpi-mimpi lainnya, terus melakukan publikasi untuk mengejar gelar Profesornya.

Dari kehidupan yang beliau jalani, kita bisa mengambil banyak sekali pelajaran untuk menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah dan percaya pada diri kita sendiri. Setiap orang memilki permasalahan dan keterbatasannya masing-masing, sehingga siapapun memilki kesempatan yang sama untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terlebih lagi, menjadi orang pintar mungkin sangat membanggakan, namun akan lebih baik ketika menjadi pribadi pintar dan bermanfaat untuk orang lain dan kehidupan yang ada di sekeliling kita.

 

~ siapapun bisa menjadi pahlawan bagi orang lain ~

 

Ditulis oleh: M. Nur Ikhsan Mubaarak

(pemenang give away penulisan artikel Hari Pendidikan Nasional 2019 yang diadakan oleh Inspira Solution)

Categories
Tokoh Inspiratif

Kuliah Sambil Ngamen, Begini Cerita Sandhy Sandoro Selama Kuliah di Jerman!

 

Siapa sangka dibalik kesuksesannya sebagai penyanyi papan atas Indonesia, Sandhy Sondoro dulunya harus bekerja keras untuk membiaya kebutuhan kuliahnya di negeri orang.

Musisi berprestasi kelahiran 44 tahun silam ini dulunya memulai karir musiknya di Jerman. Sandhy lahir dari keluarga yang mencintai musik.

Sandhy ke Jerman untuk kuliah di FH Biberach an der Rib. Karena tidak sanggup dengan mahalnya biaya kuliah di kampus sebelumnya, Sandhy pun memilih kampus swasta, tepatnya di ILS-Hamburg. Sandhy mengambil jurusan interior design dan lulus di tahun 1998.

 

Kuliah Sambil Ngamen, Begini Cerita Sandhy Sandoro Selama Kuliah di Jerman!
Sandhy Sandoro ternyata harus bekerja keras saat kuliah di Jerman dengan mengamen, mencuci piring, menjadi pramusaji, sampai berjualan koran!

 

Sandhy berkuliah sambil bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pekerjaan apapun ia jalani, mulai dari pencuci piring, pramusaji, tukang koran, dan pengamen.

Rupanya profesinya sebagai pengamen terus ia tekuni hingga lama-lama ia menjadi penyanyi kafe. Ia juga sempat mengikuti ajang pencarian bakat di Jerman dan tampil di festival-festival musik.

Meskipun sudah lama berkarir di dunia musik, tak mudah orang-orang Jerman mengakui kemampuan orang Asia, termasuk Indonesia. Namun, Sandhy tak gampang menyerah.

Ia terus mengasah kemampuan bernyanyinya hingga pada tahun 2009 ia memenangkan kompetisi menyanyi di Latvia. Pada tahun 2017, ia membuktikan prestasinya lagi, ia berhasil menjuarai kompetisi internasional lagi di Rusia.

Waah, siapa nih yang mau mencontoh perjuangan Sandhy Sondoro?

 

Categories
Tokoh Inspiratif

Inilah Cerita Emil Dardak, Doktor Termuda Lulusan Jepang yang Pilih Jadi Bupati Trenggalek!

 

Kabupaten Trenggalek dan warga Jawa Timur patut berbangga punya Emil Dardak, pemimpin dengan segudang prestasi ini.

Emil Elestianto Dardak, pria kelahiran Jakarta adalah seorang politikus, penyanyi, sekaligus eksekutif muda Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Trenggalek pasa tahun 2016.

Saat ini namanya sedang banyak diperbincangkan karena berhasil memenangkan pemilihan kepala daerah Provinsi Jawa Timur. Emil Dardak dipilih menjadi wakil gubernur Jawa Timur 2019-2024 bersama Khofifah Indar Parawansa.

 

Inilah Cerita Emil Dardak, Doktor Termuda Lulusan Jepang yang Pilih Jadi Bupati Trenggalek!
Emil Elestianto Dardak adalah salah satu politikus muda sekaligus doktor muda yang lulus saat usia 22 tahun di Ritsumeikan Asia Pasific University, Jepang

 

Emil adalah salah peraih gelar doktor Ekonomi Pembangunan termuda di Ritsumeikan Asia Pasific University, Jepang. Ia menamatkan gelar doktornya di usia 22 tahun. Wow!

Emil Dardak memperoleh gelar diploma dari Melbourne Institute of Business and Technologi pada umur 17 tahun. Ia melanjutkan pendidikan S1 di Universitas New South Wales. Gelar S2 dan S3 didapatkan di Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.

Pada 2015, pria yang kini telah menjadi suami Arumi Bascin ini mencalonkan diri menjadi Bupati Trenggalek bersama wakilnya Mochamad Nur Arifin. Ia menganggap ilmu dan pengalaman yang sudah didapatkan selama ini harus segera bermanfaat bagi orang lain.

Waah, siapa nih yang juga ikut bangga dengan prestasi kepala daerahnya?

 

Categories
Tokoh Inspiratif

Inspiratif! Gagal Jadi TKW, Anak Petani Ini Justru Dapat Tawaran dari Dua Kampus Bergengsi Australia!

 

Saat sebagian orang memilih jalan pintas membeli ijazah palsu, ada kisah terhormat yang sangat menginspirasi dari gadis asal Ngawi bernama Devi Triasari.

Gadis yang jadi alumni terbaik Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret ini mengaku lulus cumlaude dengan indeks prestasi 3,99.

Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, Devi berusaha menyelesaikan kuliahnya di jurusan hukum, Universitas Sebelas Maret. Orang tua Devi dan saudaranya tidak ada yang lulus SMP.

 

Inspiratif! Gagal Jadi TKW, Anak Petani Ini Justru Dapat Tawaran dari Dua Kampus Bergengsi Australia!
Lulus S1 dengan predikat cumlaude dari UNS, Devi berniat jadi TKW tapi gagal karena tidak punya biaya untuk les bahasa Jepang.

Beruntungnya, selama sekolah Devi mendapat banyak bantuan dari pemerintah, salah satunya adalah beasiswa bidikmisi. Devi juga berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kuliah dengan bekerja sebagai pengajar les dan jualan pulsa.

Usai lulus, Devi mengaku pernah berkeinginan menjadi TKW di Jepang. Namun, karena tidak punya biaya untuk les Bahasa Jepang, Devi pun mengurungkan niatnya.

Buah dari kesabarannya, kini Devi mendapatkan tawaran dari beasiswa afirmasi untuk belajar di Australia. Ada dua kampus yang menawari Devi, yaitu Monash University dan Newcastle University.

Saat ditanya apa cita-citanya, Devi bercita-cita menjadi pengajar/dosen untuk mengangkat derajat hidup orang tuanya.